2020 Dalam Satu Kata: Struggling

Kehadirannya di layar kaca sudah bukan hal yang asing lagi. Nyatanya, nama Ben Kasyafani sudah seringkali mewarnai sejumlah judul sinetron di berbagai saluran televisi nasional. Belum lagi sekarang mantan VJ MTV ini kembali aktif di radio, mengisi salah satu program di pagi hari bersama Sissy Prescilla. Mendengarkan suaranya menyambut hari rasanya meneduhkan dan seolah membuat semangat menjalani aktivitas. Begitulah yang kami pikirkan ketika berbincang lewat telepon untuk berdiskusi tentang 2020. 

Meski mengatakan bahwa 2020 bisa dibilang kondisi yang sulit dijelaskan dan sulit direka-reka, tapi Ben terdengar berusaha tetap positif menghadapinya. Dari semua yang terjadi, ia merasa masih tetap banyak yang bisa disyukuri dan dinikmati hikmahnya. “Kita kan nggak pernah mengalami hal seperti ini. Dulu cuma lihat di film-film aja. Kita tidak pernah menyangka efeknya betul-betul terasa sampai ke rumah masing-masing. Jadi kalau bisa digambarkan dengan satu kata, 2020 adalah struggling. Walaupun sebenarnya aku masih ada semangat yang cukup baik”, Ben menjelaskan.

Salah satu hal yang cukup berdampak tahun ini adalah gagal pergi haji dengan keluarganya. Ben mengakui sudah merencanakan, sudah menabung dan sudah bersiap-siap untuk berangkat haji tahun ini. Selain itu, tentu saja pekerjaannya yang terhambat. Sedari tahun lalu Ben sedang berada dalam satu sinetron yang responnya cukup baik, bahkan sempat menempati rating pertama. Tentu harapannya kala itu, sinetron berjudul “Samudra Cinta” bisa berkembang di tahun ini dan memperkuat posisinya di masyarakat. Sayangnya, karena pandemi syuting harus ditunda selama tiga bulan. Ketika sudah mulai syuting lagi, ia cukup bersyukur sinetron tersebut masih diterima dan masih ditunggu-tunggu penonton. Meski situasinya sudah tidak seperti dulu.

“Kalau dibilang menyayangkan, yah..aku cukup menyayangkan. Tapi semua orang mengalami. Alhamdulillah masih bisa berjalan lagi walaupun kita nggak tahu kondisi ke depannya bagaimana. Terus soal siaran juga. Aku persis masuk siaran di bulan Januari tahun ini. Responnya baik, kami ngeliat share-nya baik. Kami udah merencanakan beberapa hal, dan juga membayar ekspektasi dari Female Radio sendiri. Mereka berharap di produk yang kali ini bisa perform dan ternyata angkanya cukup baik di media research dan digital. Tapi ya kembali karena pademi kami akhirnya harus break juga dan siaran dari rumah. Kondisi sekarang, terutama yang berhubungan dengan advertisement, memang cukup terdampak. Bisa dibilang agak suffering. Jadiya sekarang aku sama Sissy sama-sama ngebantu temen-temen di radio. Kami tahu saat ini, kerja udah bukan buat sendiri tapi buat satu perusahaan.”

Namun dari segala tantangan yang ditemuinya, Ben juga bertemu dengan hobi baru. “Tiba-tiba jatuh cinta banget sama sepeda!”, katanya. Sepeda vintage membawanya pada ketertarikan baru. Yang awalnya hanya iseng-iseng, ia justru jadi sering beli ini-itu dan suka memodifikasi sepeda. Beruntungnya, hobi barunya itu malah mendatangkan rezeki baru. Ia mendapat tawaran iklan yang berhubungan dengan sepeda. Tidak hanya itu saja yang masih bisa ia syukuri di tahun ini, Ben juga mendapatkan pelajaran penting lainnya yaitu minimalisme. “Salah satu pelajaran yang paling penting buat aku adalah kita tidak perlu melakukan hal-hal yang nggak penting sekarang. Semua yang kita kerjakan, kita pikirkan adalah hal-hal paling mendasar. Artinya, kerja, belanja kebutuhan rumah, olahraga. Basic-basic needs manusia lah. Sisanya kita bersama keluarga. Kalau dulu kayaknya kita cari uang terus, lalu punya uang banyak kepikiran pengen beli ini, beli itu yang kadang-kadang kalau dipikir-pikir, nggak terlalu penting sih. Makanya begitu kondisi kayak gini yang paling penting adalah yang bener-bener basic needs. Jadi aku merasa tambah erat sama keluarga. Sama satu lagi sih, ya bersyukur aja masih bisa kerja, kerjaan masih ada. Banyak temen-temen yang akhirnya juga terdampak, jadinya ya aku grateful banget sih.” 

Ketika kami ingatkan tahun ini sudah hampir mendekati akhir, Ben pun sontak kaget. Tidak terasa waktu berjalan terlalu cepat. Di sisa bulan-bulan terakhir 2020 pun ia tidak merencanakan apa-apa. Ia lebih berupaya untuk jaga-jaga karena sekarang yang terpapar sudah bukan orang-orang asing lagi tapi sudah mulai ke orang-orang dekat. Selain itu, ia juga fokus menabung dan mengeluarkan uang untuk hal yang paling penting saja dan hal paling basic. Itu saja. Harapannya, ada keajaiban, pertolongan dari Allah. Menurutnya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kebijakan dan yang terjadi di luar tidak bisa diprediksi. Ia hanya berharap keajaiban, “Somehow tiba-tiba one day nih, ‘eh selesai nih’. Udah gitu aja. Ya itu kan harapan, kita kan nggak tau, bisa aja.”

Kedua, harapannya adalah semua orang survive. Ben berpikir bahwa sekarang kita sudah tidak bisa berpikir untuk diri sendiri saja, merasa untung masih punya kerjaan. Kita juga harus melihat kanan kiri. “Mulai bulan depan, gue mau bilang sama istri dan temen-temen juga buat mulai kasih-kasih ke orang-orang terdekat dulu yang mulai terdampak. Sodaqoh-sodaqoh kecil kayaknya udah harus mulai lebih aktif lagi. Banyak orang yang lagi kesulitan. Sama ya 2021, kita bisa keluar sebagai pemenanglah semuanya, jangan kita sendiri, semuanya.”

Konten-konten yang tengah dikembangkan oleh Yoshi dapat dilihat di akun Instagramnya @yoshi_sudarso, Twitch: Yoshi_Sudarso atau Twitter: yoshi_sudarso.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x