Aku percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini

Sosok Tika Panggabean sudah familiar bagi saya sejak kecil. Ketika itu musik baru bisa dinikmati lewat kaset atau CD. Album Project Pop pertama yang saya miliki adalah “Pop OK”. Alunannya yang ceria dengan lirik yang menggelitik membuat lagu-lagunya sangat cocok untuk didengarkan ketika saya dan keluarga road trip ke luar kota. Saya selalu menunggu-nunggu setiap kali video klip mereka dirilis karena keunikan adegan-adegannya.

Tujuh belas tahun setelah album “Pop OK” dirilis, saya pun mendapat kesempatan untuk ngobrol langsung dengan Tika Panggabean. Sepanjang diskusi, keramahannya sangatlah terpancar. Meski sudah puluhan tahun berkarya dan menjadi seseorang yang populer di industri hiburan, ia terdengar seperti seseorang yang rendah hati dan sangat otentik. Sayangnya, walau tahu lagu-lagunya tapi saya tidak pernah benar-benar tahu perjalanan kariernya. Dalam kesempatan itu, ia pun menceritakan soal perjalanan karier dan keberuntungan-keberuntungan yang didapatkan hingga saat ini.

Semua berawal dari Tika masih kuliah di Universitas Parahyangan (Unpar). Suatu saat, ia dilatih oleh para senior yang tergabung dalam komunitas Padhyangan untuk ikut Cabaret Musical. Ternyata mereka melihat potensi dalam diri Tika hingga akhirnya ia ikut bergabung di dalamnya. Komunitas Padhyangan yang kemudian dikenal dengan sebutan Project-P melakukan regenerasi di mana dari sekian banyak orang, ia masuk jadi salah satu dari 7 orang yang terpilih dan satu-satunya personil wanita.

Sejak saat itu mulailah Tika berkarier di dunia hiburan dengan para personil Project Pop lainnya: Udjo, Yosi, Gugum, Odie, Oon, dan Hilman. “Keberuntungan yang selalu aku syukuri adalah pertemuan dengan Project Pop yang bukan sekadar teman kerja tapi jadi pertemanan yang kemudian kami sama-sama mengadu nasib di dunia hiburan. Bahkan lebih dari itu kami punya ikatan persaudaraan. Bener-bener kayak kakak adik. Karier aku banyak didukung juga dengan keberadaan Project Pop sampai sekarang.”, cerita Tika.

Tika juga percaya bahwa keberuntungan juga harus dibarengi dengan kerja keras. Jika tidak, keberuntungan akan hilang. Contohnya waktu Tika masih kuliah, ia tidak pernah menduga akan bergabung dengan Padhyangan. Keberuntungannya adalah bertemu dengan orang-orang yang melihat potensinya sehingga banyak jalan yang terbuka setelah itu. Tapi ia juga harus kerja keras untuk belajar dan terus menggali kemampuan dirinya.

Tika juga percaya bahwa keberuntungan juga harus dibarengi dengan kerja keras. Jika tidak, keberuntungan akan hilang. Contohnya waktu Tika masih kuliah, ia tidak pernah menduga akan bergabung dengan Padhyangan. Keberuntungannya adalah bertemu dengan orang-orang yang melihat potensinya sehingga banyak jalan yang terbuka setelah itu. Tapi ia juga harus kerja keras untuk belajar dan terus menggali kemampuan dirinya.

Tika pun mengakui, “Selanjutnya ketika sudah dibukain jalan aku harus berusaha untuk melengkapi keberuntungan ini dengan kerja keras, dengan belajar, dengan menimba ilmu terus dari siapapun. Waktu dulu aku mulai dengan komedi, belajar melawak tuh seperti apa, terus jadi presenter, melihat panutannya siapa, oh kelebihannya apa. Ada usaha dan kerja keras di dalamnya. Seperti ketika aku bawain satu acara, itu semua melalui proses audisi di mana aku harus tunjukin kemampuanku. Di atas semuanya aku percaya bahwa tidak ada yang kebetulan. Bahwa memang keberuntungan yang kita anggap keberuntungan sudah ada yang mengatur yaitu Sang Pencipta dan semesta alam. Begitu juga ketika kita dipertemukan dengan satu orang, semua nggak ada yang kebetulan.”

Project pop tahun ini sudah berusia 25 tahun dengan segala pengalaman dan perubahan. Awalnya mereka tergabung dari tujuh orang tapi saat masa krisis moneter, salah satu dari mereka, Hilman, mengundurkan diri karena memutuskan untuk kerja kantoran. Kemudian di tahun 2017, mereka pun harus menerima kehendak Tuhan atas meninggalnya Oon. Akhirnya sekarang mereka tinggal berlima dan tetap berkarya. “Keberuntungan lain yang selalu aku syukur adalah punya temen-temen cowok yang kayak saudara sampai sekarang. Banyak yang nanya seperti apa kami bersama-sama selama 25 tahun. Bahkan setengah dari umur kami dihabiskan bersama. Walaupun bukan tanpa konflik bukan tanpa perbedaan ya. Tapi justru perbedaan itu yang mendewasakan kami, bagaimana caranya kami bisa menghargai perbedaan satu sama lain. Perbedaan pendapat terutama dalam buat konsep di Project Pop karena kan pastinya 6 kepala isinya beda-beda,” ungkapnya lagi.

Menurut Tika merasa beruntung artinya bisa membuat kita mengucap syukur selalu dari hal yang paling sederhana seperti ketika bangun pagi di masa pandemi. Merasa sehat itu sudah jadi sebuah keberuntungan. Semua yang Tuhan kasih buatnya adalah sebuah berkat yang akhirnya keberuntungan yang diberikan Tuhan adalah menjadi pondasi kita untuk melangkah. Keberuntungan tidak hanya harus disyukuri tapi juga dijaga. Tika percaya bahwa Tuhan melihat usaha kita untuk belajar di mana nantinya ada reward yang berupa keberuntungan yang kita percaya. 

Selain dijaga, keberuntungan pun baiknya disalurkan kepada orang lain salah satunya dengan berbagi. Tapi, berbagi bentuknya bisa macam-macam. Tika berpendapat, “Ada orang yang emang senang berbagi secara fisik mungkin dia membantu dengan cara menjadi donatur atau jadi relawan. Tapi ada yang menurut aku paling sederhana yaitu berbagi keberuntungan dengan senyuman atau sapaan. Aku melihat kalau hal sekecil itu bisa membuat hari seseorang atau kita sendiri jadi lebih baik. Jadi aku membiasakan misalnya kalau aku kemana-mana contohnya jalan pagi, pada saat aku ketemu sama orang aku akan menyapa. Aku pikir senyuman atau sapaan adalah bentuk sebuah keberuntungan yang bisa kita bagi dengan mudah. Mungkin dengan senyuman atau sapaan yang kita berikan bisa sedikit menghibur orang yang saat itu lagi bete. Berbagi bisa sesederhana itu.”

Simak cerita-cerita Tika Pangabean selengkapnya di @botikapangabean

Penulis: Aulia Meidiska

Fotografer: Thomas Sito

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x