Apa Yang Kamu Belum Tahu Tentang Michael Wahr?

Berita tentang Michael Wahr, aktor yang membintangi serial TV “Grisse”, mungkin belum banyak tersebar di berbagai media. Kami pun termasuk beruntung menjadi salah satu yang mendapat kesempatan berdiskusi dengannya. Sebelum mengenalnya lebih jauh, kami menanyakan kabarnya di masa pandemi ini. Ia mengakui bahwa masa pandemi adalah salah satu masa tersulit dalam hidupnya. Salah satu bagian paling menantang adalah ketika ia tidak bisa bertemu dengan keluarganya di Australia dengan mudah seperti dulu. Walaupun ia merasa beruntung masih mendapat kesempatan untuk kembali ke negaranya beberapa waktu lalu. Di saat-saat itu, ia berusaha memanfaatkan waktu untuk lebih dekat dengan keluarganya. 

Meskipun begitu, di masa karantina Michael juga menemukan waktu untuk fokus pada puisi dan naskah tulisannya. Selama berada di Indonesia, ia menemukan banyak inspirasi dari puisi-puisi karya penyair Indonesia. Berbagai kisah mitologi seperti wayang juga banyak memberikannya ide-ide baru dalam menulis. “I’m constantly learning and inspired by lots of stories in Indonesia. I want to find ways to continue to share the essence of the truth of what I’ve learned, what I continue to learn in Indonesia.”, ungkapnya.

Dalam waktu dekat pun Michael mengakui akan mengerjakan beberapa proyek di Australia yang berhubungan dengan teater. Sudah sekian lama tidak berada di atas panggung membuatnya sangat merindukan momen-momen berakting secara live. Tapi di sisi lain ia juga tetap berupaya untuk melanjutkan tulisan-tulisannya dan mencari produser-produser yang tertarik untuk bekerja sama dengannya. 

Yang belum banyak orang tahu tentangnya..

Michael menyatakan bahwa ia senang ketika seseorang mendiskusikan zodiak dengannya. Meskipun ia sebenarnya tidak terlalu percaya dengan ramalan. Tapi menurutnya, zodiak bisa menjadi jembatan dirinya dengan orang lain. “Apapun yang kita percaya, sekalipun kepercayaan itu berbeda dengan orang lain, kita bisa tetap terhubung dengan orang lain. Soal zodiak, saya tidak pernah menjalani hidup seperti apa yang diramalkan tapi saya juga tidak akan menolak jika seseorang berusaha membaca saya lewat karakter zodiak. Saya tidak akan bilang mereka salah, karena menurut saya apapun yang membuat kita bisa ‘bersatu’, bisa terkoneksi satu sama lain, membicarakan horoskop bukanlah masalah”, jelasnya.  

Sebaliknya, terkadang justru buatnya sangat menarik ketika ada seseorang yang membicarakan karakternya. Lewat horoskop, misalnya. Sebagai seorang aktor, mungkin setiap orang bisa melihatnya dari berbagai sisi yang berbeda. Terutama ketika ia memainkan peran yang berbeda-beda. “I’m interested to know what people see in me if they take the time. Zodiac is a certain way to judge me but I think it’s interesting that certain thing is a part of my character”, Michael menambahkan. Jika ada yang ternyata memiliki asumsi yang salah tentangnya, Michael juga tidak mau berusaha untuk mengubah pemikiran orang tersebut. Apalagi kalau orang tersebut menghakimi tanpa mau mencari lebih jauh tentangnya. 

Aktor asal Australia itu menegaskan, “Bukan tugas saya untuk mengubah opini seseorang tentang saya. Kita semua pasti pernah punya kesalahan dan mungkin saya pernah melakukan kesalahan atau ada sesuatu di diri saya yang mengganggu orang tersebut. Tapi saya tidak mau opininya membuat saya meragukan jati diri saya sebenarnya. If people want to judge me quickly, it’s their problem. Tapi kalau ada seseorang yang punya masalah dengan saya, saya mau tahu apa yang membuat mereka merasa terganggu. Saya mau belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak jarang saya belajar dari kritik orang lain.”

Bagaimana Michael menilai dirinya sendiri?

Michael merasa sedikit enggan untuk memberitahu seperti apa ia menilai dirinya sebab ia merasa pernyataannya bisa terasa arogan. Dengan rendah hati, ia pun berkata bahwa ia adalah seseorang yang selalu berusaha tersenyum untuk orang lain dan untuk dirinya sendiri. Ia merasa di satu sisi ia bisa menjadi seseorang yang penuh dengan canda tawa. Terutama saat berada bersama orang lain. Tapi ia juga bisa menjadi seseorang yang berpikir terlalu banyak saat sendirian. 

Banyak orang juga mungkin tidak tahu bahwa Michael Wahr adalah seseorang yang sensitif seperti pengakuannya, “I listen and feel a lot”. Karakternya yang sensitif ini pun menurutnya tidak menjadi sebuah tantangan yang ingin dijauhinya. Justru Michael mau memanfaatkannya untuk bisa menuangkan segala perasaan yang dimiliki ke dalam tulisan-tulisannya. Ia percaya sebuah cerita memiliki kekuatan besar untuk mengubah pemikiran atau memengaruhi perasaan seseorang. Dan ia berharap lewat karya tulisnya, Michael bisa “menyentuh” orang banyak. 

Apa yang ia ingin ubah dalam hidup?

Suatu saat, Michael pernah mendengar pernyataan dari Menteri Pendidikan Indonesia, Nadiem Makariem yang membicarakan soal tidak memberikan toleransi terhadap intoleransi. Pernyataan ini terus terngiang di kepalanya karena ia merasa intoleransi bisa hadir di masyarakat karena adanya rasa takut. Kebanyakan karena sejarah yang traumatis di masa lalu. Ia pun berharap bisa sedikit berkontribusi dalam perubahan ini dengan karya-karyanya. “Through storytelling, we can destroy fears. People can learn about other people’s journey and therefore not scare them, not make them feel threatened”, jelasnya. Lewat karya-karyanya, ia ingin mencoba untuk membuat banyak orang bisa berempati dengan orang lain. Entah karena orang tersebut merasakan hal yang sama atau karena ia baru mengetahui ternyata ada segelintir orang yang memiliki satu pengalaman berbeda dengannya. Semoga dengan begitu, kita semua bisa melihat dunia secara berbeda.

Cari tahu lebih banyak tentang Michael Wahr di akun Instagram-nya @michaelwahr

Penulis: Aulia Meidiska

Fotografer: Hakim Satriyo

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x