Bunda Adalah Sosok Pahlawan Di Mataku

Lirik lagunya yang mendalam serta penuh makna seakan selalu relatable dengan keseharian kita. Alunan musiknya yang syahdu melayangkan pikiran kita ke awang-awang, membayangkan perasaan-perasaan yang ditorehkannya selama mencipta. Namanya adalah Nadin Amizah. Seorang remaja yang beranjak dewasa dengan segala talenta yang menebarkan decak kagum. Di balik popularitasnya yang sedang melambung, kami berusaha menerka-nerka bagaimana caranya sampai di titik sekarang ini. Beragam pertanyaan pun konstan muncul mengikuti keingintahuan tersebut. Di sela-sela kesibukannya mempersiapkan konser virtual album “Selamat Ulang Tahun”, Nadin meluangkan sedikit waktu untuk berbincang tentang siapa sosok di belakang kesuksesannya hingga bisa terus berkarya.

“Di kehidupan sehari-hari tentu saja Bunda adalah orang yang paling berperan di segala langkahku. Bunda selalu berada di garda terdepan saat aku patah hati juga saat aku bahagia. Ia adalah sosok pahlawan di mataku. Sosok yang selalu menjagaku dari marabahaya. Kalau tidak ada dia, aku sudah pasti tidak akan ada di dunia ini. Tanpa Bunda, aku nggak akan bisa berjuang sampai detik ini. Bunda adalah semangat yang selalu memberikanku tujuan hidup sampai kapanpun”, jelas sang pelantun Lagu “Bertaut” yang dipercaya terinspirasi dari sang Bunda.

Bun, hidup berjalan seperti bajingan
Seperti landak yang tak punya teman
Ia menggonggong bak suara hujan
Dan kau pangeranku, mengambil peran

Bun, kalau saat hancur ku disayang
Apalagi saat ku jadi juara
Saat tak tahu arah kau di sana
Menjadi gagah saat ku tak bisa
Sedikit ku jelaskan tentangku dan kamu
Agar seisi dunia tahu

Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah, caraku tersenyum
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu

Bun, aku masih tak mengerti banyak hal
Semuanya berenang di kepala
Dan kau dan semua yang kau tahu tentangnya
Menjadi jawab saat ku bertanya

Sedikit ku jelaskan tentangku dan kamu
Agar seisi dunia tahu
Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah, caraku tersenyum
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Semoga lama hidupmu di sini
Melihatku berjuang sampai akhir
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu

Ketika menceritakan sosok yang berjasa dalam aspek karier, Nadin menyebutkan nama Dipha Barus. Ia mengakui musisi yang terkenal sebagai DJ itulah yang membukakan pintu-pintu untuknya mengembangkan kemampuan bermusik. Bertemu di media sosial pada tahun 2016, Dipha Barus mendorongnya untuk jadi penyanyi yang tidak hanya sekadar cover lagu-lagu tapi juga menulis lirik lagunya sendiri. Tanpanya, Nadin membayangkan tidak mungkin bisa melewati batas-batas yang menyembunyikannya dari permukaan. Sebelum bertemu Dipha Barus, Nadin hanya bermusik lewat Instagram. Tidak pernah ia berpikir untuk jadi penulis lagu yang menghasilkan lagu-lagu sebanyak sekarang. Tidak pernah terlintas di benaknya akan memiliki pendengar sebanyak sekarang.

Meskipun begitu, popularitas tidak menjadikan Nadin kemudian lupa daratan. Justru di masa depan ia berharap bisa menjadi perpanjangan tangan untuk menolong orang lain, jadi pahlawan untuk banyak orang lain. “Apapun yang aku lakukan sekarang, entah itu bernyanyi atau menulis lagu, semuanya menyimpan harapan agar aku bisa membantu mereka yang mendengarkanku. Dalam perjalanan hidup dan karier, aku ingin menyampaikan bahwa it’s okay to be in the process. Kita semua manusia. Termasuk aku. Aku sama saja seperti kalian. Banyak yang aku nggak tahu. Sebagai figur publik, aku ingin menampilkan sosok manusia yang tidak selalu benar, yang tidak mau menggurui siapapun. Di banyak laguku aku selalu bilang aku ini banyak nggak tahunya, aku ini kecil, aku juga takut sepi, sama seperti banyak orang di dunia ini. Aku hanyalah teman kalian yang tidak bisa mendorong dari bawah, tidak bisa menarik dari depan. Tapi aku ada di samping kalian untuk menenami. Mungkin tidak secara langsung melainkan lewat lagu-laguku. Sebab aku berharap, semoga suatu saat jika aku sudah nggak ada di dunia ini lagi, minimal namaku masih bisa mereka ingat dan aku tetap bisa jadi sesuatu yang menolong mereka meski udah nggak ada di dunia”, tutup Nadin di percakapan singkat kami.

Stalk aktivitas Kelly Tandiono di @kelly_tandiono

Penulis: Aulia Meidiska

Fotografer: Benny Lim

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x