Jerome selalu berusaha menjadi diri sendiri

Seperti kebanyakan orang, Jerome juga merasa tahun 2020 sebagai tahun yang sangat berat dan berbeda. Pandemi membuat dirinya menjalani kebiasaan-kebiasaan baru baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pekerjaan. Selain itu, tahun 2020 dirasa Jerome sebagai tahun yang penuh pembelajaran.

“Tahun dimana kita belajar banyak hal, aku dikasih waktu untuk berpikir lagi dan melihat apa yang sebenarnya penting atau apa yang sebenarnya menjadi prioritas”. Ungkap Jerome. Kami meminta Jerome mengingat momen yang paling berkesan untuknya di tahun 2020, Jerome menjawab sambil berpikir, “Banyak sih sebenarnya, kebetulan sangat bersyukur dalam tahun 2020 dapat banyak kerjaan, selain itu aku baru pindah ke rumah baru, itu lumayan berkesan buat aku”. 

Jerome Kurnia ternyata tidak terlalu percaya soal ramalan

Jika ditanya soal horoskop Jerome menganggapnya sebagai hal yang menarik. Menurutnya, orang disekitar Jerome belakangan kerap menunjukan antusias terhadap horoskop, “Kalau orang zaman dulu kan seringnya tanya, ‘Kamu agamanya apa?’, kalau sekarang nanyanya, ‘Kamu zodiaknya apa?’. Dan kalau aku jawab zodiak aku aquarius mereka langsung jawab ‘oh pantes’”.  Jerome sendiri pernah mencari tahu, bahwa zodiak Aquarius cocok dengan Aries, Gemini dan Llibra. Tapi baginya zodiak Aquarius cocok dengan zodiak apapun. 

Pendapat yang sering salah tentang Jerome Kurnia

“Orang yang belum kenal aku, mereka berpikir aku tuh orangnya snobby. Katanya karena muka atau perawakan aku snobby aja gitu, padahal kan ternyata nggak”. Karakter Jerome yang kami kenal, ia sangat mudah bergaul dan tidak memandang orang dalam bergaul. “Aku merasa karakter aku itu, easy going aja, aku nongkrong sama siapa aja”. Sebab menurutnya, ia menjalani hidup dengan tidak berpura-pura, tulus dan selalu menjadi diri sendiri. “Hidup itu nggak usah fake dan drama. Mau lo agamanya apa, RAS nya apa, yang penting jadi diri sendiri dan nggak ada niat jahat dibalik apa yang lo lakukan, just be yourself dan baik sama orang lain”. 

Jika bisa kembali ke 10 tahun lalu..

Jerome memilih untuk belajar bahasa lebih banyak lagi. Menurutnya ia sangat menyukai bahasa dan belajar bahasa akan lebih mudah ketika dilakukan ketika masih kecil. Tapi, Jerome yang menguasai Bahasa Inggris dan Jerman merasa tidak pernah menyesali pilihan-pilihan yang sudah ia putuskan dahulu.

Hal-hal yang ingin sekali disampaikan Jerome di publik

Baginya, anak muda di Indonesia, khususnya di Jakarta kini semakin kehilangan identitas. Kehilangan identitas tersebut yang membuat anak muda mengisi kehilangan tersebut dengan hal-hal negatif. Selain itu, belakangan banyak perbedaan-perbedaan yang ada malah menjadi persoalan, padahal menurutnya kita semua kan satu bangsa, dan perbedaan harusnya membuat anak muda Indonesia bisa lebih bersatu. 

“Janganlah perbedaan ini malah membuat kita saling jauh, justru kita harus embrace perbedaan-perbedaan yang kita temui satu sama lain. Jadi yang ingin aku sampaikan adalah, jangan lupa walaupun kita semua berbeda tapi kita sama, kita orang Indonesia”. Jerome mengaku takut jika hal tersebut terjadi lebih parah di tahun-tahun mendatang. Ia pun cukup bangga berada di dunia film yang menampilkan perbedaan. “Menurut aku, orang-orang film itu memiliki keberagaman suku, budaya dan agama tapi mereka bisa berteman, bisa ketawa bareng, bisa sedih bareng, itu yang bener-bener aku respect, dan yang aku bener-bener cherish dari industri film tempat aku bekerja”. Ungkap Jerome yang pernah bekerja sebagai pegawai kantor dan tidak merasakan hal tersebut sebelumnya. 

Mimpinya yang belum terwujud hingga sekarang

Ia ingin bisa travelling melalui jalan darat ke Asia Tengah, Jepang, sampai ke Eropa. Ia ingin sekali melihat dan merasakan perubahan dan perbedaan budaya dari setiap negara yang ia lewati secara langsung. Beda halnya jika naik pesawat. Menurutnya jika naik pesawat hal tersebut sulit dirasakan. “Kalau kita naik pesawat kita tiba-tiba udah nyampe, beda banget. Kalau kita lewat darat, kita bisa gradually melihat perbedaan-perbedaan yang terjadi”, ungkap Jerome. 

Menutup obrolan kami dengan Jerome, kami bertanya: 

Jika saat ini kamu tidak menjadi aktor, kamu akan jadi apa?

“Kalau nggak jadi aktor mungkin aku akan menjadi pengacara, atau mungkin aku akan kerja di institusi negara yang berhubungan dengan hukum luar angkasa”, jawab Jerome yang lulus dari jurusan hukum Universitas Pelita Harapan. Tapi jika ditanya mimpinya, ia masih bermimpi melanjutkan S2 jurusan hukum angkasa dan udara. Sempat diterima di jurusan tersebut, Jerome justru memilih untuk menjalani sesuatu yang sangat ia suka.

“Nggak tau kenapa dari kecil aku suka ikut kelompok teater, kompetisi monolog dan lain lain, padahal di keluarga nggak ada yang jadi seniman, dan aku baru tau, kalau bisa lho orang itu hidup dari situ dan akhirnya aku memilih untuk menjalani yang aku suka yaitu seni peran”.

Cari tahu lebih banyak tentang Jerome Kurnia di @jerompret

Fotografer: Thomas Sito

Penulis: Aulia Meidiska

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x