Kebahagiaan Datang Dari Diri Sendiri

Setiap orang memaknai arti bahagia dengan caranya sendiri-sendiri. Termasuk Carissa Perusset. Sang aktris yang membintangi “Antologi Rasa” (2019) dan “Surat Dari Kematian” (2020) mengakui bahwa makna bahagia untuknya cukup sulit untuk dijelaskan. Ia merasa seiring berjalannya waktu, makna bahagia berubah-ubah dan memiliki arti yang luas. Ketika ia kecil, hal-hal sederhana seperti mainan atau film kartun favorit sudah bisa membuatnya bahagia. Tapi sekarang ketika dewasa Carissa mencoba mencari kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri. Perasaan bahagia itu pun seringnya berasal dari orang-orang terdekat, memasak, berenang, atau menonton film-film bagus.

Saat kami meminta Carissa mengingat momen apa yang paling membahagiakan dalam hidupnya, ia menyebutkan momen kelulusan SMA adalah momen pertama yang paling membahagiakan. Carissa berpikir ia tidak akan lulus SMA karena merasa bukan siswi yang cukup berprestasi di sekolah. Bahkan bisa dibilang ia sering tidak mengikuti aturan dan tidak suka dengan sistem pendidikan di sekolahnya. Jadi saat ia naik ke podium untuk menerima ijazah kelulusan sambil melihat raut wajah orang tuanya yang sangat bahagia, momen itu sungguh membahagiakan untuknya. Apalagi untuk pertama kali ia mendengar orang tuanya bangga pada Carissa.

Ke depannya, ia membayangkan dirinya akan sangat bahagia jika bisa menulis dan menyutradarai feature film pertamanya. Carissa menjelaskan, “Ini adalah salah satu gol yang ingin aku capai. I just can’t wait for it to happen because I know the road and journey to it will not only be gruelling, but it’ll be beautiful. Aku tahu nanti pasti akan bekerja sama dengan orang-orang yang sudah bekerja sama sejak pertama kali masuk ke industri ini. Dan sekalipun film ini jelek, aku nggak peduli. I’d just be too busy being happy with finally creating something and achieving my goal.” Ia pun menyatakan keinginannya menulis skenario bisa jadi satu pekerjaan yang membuatnya bahagia meski tidak dibayar. Carissa bisa jadi super excited saat membuat karakter dan memberikan “suara”, pikiran, dan petualangan pada karakter-karakter tersebut. “I think I like it more than writing poetry. I don’t think I’d have to be paid to enjoy it. I just genuinely do”, katanya lagi.

Menurut Carissa, kebahagiaan yang punya efek jangka panjang datang dari hubungannya dengan orang-orang terkasih dan dengan dirinya sendiri. “Self-love is so vital and underrated. But, it obviously doesn’t come overnight. You work on it, sometimes for the rest of your life. Once you learn to treat yourself the way you deserve to be treated, then that type of happiness will last you your lifetime”, terangnya sambil menjelaskan bahwa salah satu bentuk self-love yang dilakukannya adalah berenang.

I actually cannot live without swimming. I swim every single day because it gives me a sense of peace and happiness”, tambahnya lagi. Katanya, Carissa sering bermeditasi sambil mengapung di air dan menatap langit. Ia suka sekali setiap momen saat berada di air. Matahari, air yang menyentuh kulitnya atau detik-detik pertama ia memasukkan kepala dalam air. Seolah-olah ia lahir kembali ketika sedang berada di sana. Setiap kali harinya sedang kurang baik, ia suka sekali berendam dalam bathub untuk satu-dua jam. Ini adalah bentuk self-care Carissa karena ia merasa “hangat”, bahagia, dan relaks saat berada di dalamnya. Ia pun mengakui, “I have my own little bath time routine I thoroughly enjoy.”

Selama pandemi Carissa menemukan hobi baru yang juga tak kalah membuat kesehariannya menyenangkan. Ia mencoba melukis abstrak dengan acrylic. Ia mengaku bahwa melukis ternyata bisa membantunya melalui masa-masa “gelap” tahun ini. Hobi baru tersebut jadi bentuk ekspresi diri yang tidak memberikan tekanan apapun untuknya. “Seni sangatlah subjektif. Aku tidak perlu memenuhi standar tertentu. I like to beat myself up about not being good enough. Tapi aku tidak mendapatkan tekanan apapun ketika melukis abstrak. Aku bisa melukis seperti apapun dan itu sangatlah membuatku bahagia.”

Ya, memang. Tahun 2020 rasanya penuh lika-liku yang tidak biasa untuk kita semua. Carissa juga setuju bahwa tahun ini sangatlah menantang untuk kita manusia. Ia bilang, “Pandemi telah mengumpulkan kita untuk bisa bersatu, melewati krisis ini bersama. Di satu sisi, 2020 membuatku sangat bersyukur atas apa yang masih aku miliki sampai saat ini. Kalau tidak ada tahun ini aku tidak akan mulai melukis. Tidak akan menempatkan kesehatan mental jadi prioritas dan pergi ke psikiater. Berada dalam karantina seringkali membiarkanku sendirian dengan pikiranku dan ternyata aku tidak bisa bergumul dengan pikiran dan emosiku sendiri. Meskipun begitu, situasi ini sudah mengalami progres hingga aku pun bisa pada satu titik di mana merasa amat bersyukur. Walaupun di sisi lain aku tetap tidak ingin mengabaikan situasi orang lain yang benar-benar mengalami kesulitan tahun ini. Mereka yang harus kehilangan rumah, tidak bisa makan dan kehilangan orang-orang yang dicintai. 2020 was a terrible year.”

Jika tahu 2020 akan ada fenomena seperti ini, Carissa rasanya sudah akan travelling dan menulis dari suatu tempat. Ia mungkin juga sudah shooting feature film pertamanya. “But after all, good things do take time, so in a way, I’m happy it didn’t happen yet”, ungkapnya sambil kembali menceritakan bagaimana ia ingin menghabiskan waktu di akhir tahun. Carissa berharap bisa menghabiskan hari-hari terakhir tahun ini bersama orang-orang terkasih. Menurutnya Tahun Baru memang sekadar konsep tapi baginya momen tahun baru selayaknya simbol untuk meninggalkan tahun sebelumnya dan memulai sesuatu yang baru. “A new fresh start with the ones I love”, katanya lagi.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Terutama di masa yang sangat tidak bisa diprediksi ini. Bagi Carissa sendiri, ia ingin memulai tahun depan dengan keberanian untuk jadi dirinya sendiri, jadi seseorang yang mampu mengekspresikan dirinya sendiri. Tentunya dengan harapan tahun depan akan jadi tahun yang lebih baik sebab ia sudah tidak sabar pandemi ini usai lalu ingin memeluk erat semua orang-orang yang dicintainya. Dengan harapan itu, ia pun ingin memulai tahun depan lebih baik daripada saat tahun 2019 ke tahun 2020. 

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x