Kita harus selalu merasa beruntung

Membahas mengenai keberuntungan, saya jadi ingat pernah ngobrol dengan Muhammad Khan, atau yang biasa saya panggil Khan tentang keberuntungan. Khan adalah seorang aktor pemenang piala citra tahun 2019 sebagai pemeran utama pria terbaik lewat film berjudul “Kucumbu Tubuh Indahku”, karya sutradara Garin Nugroho. Saya yang kala itu menjadi tim publikasi film tersebut dapat kesempatan mengenal sosok Khan. Saat itu di tengah promo film, Khan mengungkapkan bahwa ia merasa beruntung bisa disutradarai langsung oleh seorang Garin Nugroho. Belum lama ini, saya pun menghubungi dan memintanya untuk bercerita lagi tentang keberuntungan. Lama sekali rupanya kami tidak berkomunikasi selepas Khan memenangkan piala paling bergengsi untuk insan perfilman itu. Obrolan pun dimulai tentang keberuntungan menurut persepsi Khan yang dulu pernah ia ceritakan. Rupanya banyak hal yang kini mengubah Khan. Baginya definisi keberuntungan yang dulu pernah diungkapkan, kini sudah tak sama.

Definisi keberuntungan menurut Khan

“Aku ingat momen saat aku cerita soal keberuntungan ke kamu, waktu aku akhirnya terpilih untuk bermain dalam film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’. Tapi setelah waktu berjalan, banyak hal yang merubah cara pandangku. Aku yakin setiap orang akan berubah. Mengenai persepsi keberuntungan, aku sadar betul bahwa keberuntungan adalah sebuah perasaan. Biarpun secara harafiah berarti sebuah keadaan di mana kita bernasib baik atau merasa beruntung”, ungkap Khan mengawali percakapan kami.

Khan merasa bahwa anggapan orang pada umumnya tentang keberuntungan diartikan sebagai sesuatu yang datang tak disangka-sangka atau datang secara kebetulan. Padahal ia meyakini bahwa tidak ada hal di dalam hidup yang terjadi secara kebetulan. Menurutnya, semua hal dalam hidup ini sudah diatur dan sudah digariskan. Keberuntungan bagi Khan hanyalah tentang bagaimana kita merasa bahwa hidup kita itu baik.

Khan kembali mengenang  saat ia memenangkan piala citra, “Jika kembali ke momen di mana aku memenangkan piala citra, kalau misalkan malam itu yang menang adalah aktor yang sudah sering menang atau yang sudah lebih dikenal banyak orang, apakah orang akan bilang dia beruntung? Aku rasa nggak. Orang akan bilang, ‘Oh, dia memang pantas menang’. Tapi karena orang belum mengenal aku, jadi banyak yang bilang, ‘Muhammad Khan beruntung banget ya, padahal dia masih baru, baru pertama kali masuk nominasi dan langsung menang’. Mereka nggak menyangka hal itu, sehingga mereka menganggap bahwa itu merupakan keberuntungan”, ungkap Khan.

Ia juga menambahkan jika hal tersebut terjadi di lingkungan pertemanannya. Ada seorang temannya yang sempat berujar demikian ke Khan, “Aku merasa Tuhan nggak adil banget ketika aku tahu kamu main di filmnya Mas Garin Nugroho. Kamu yang waktu itu lagi kerja di homestay dan memutuskan untuk meninggalkan dunia kesenian untuk sementara waktu dan seolah-olah kamu menjauh dari dunia itu kok, malah kamu dipilih dan dapat peran. Sedangkan aku yang setiap hari ikut casting aku nggak pernah dapet peran”, ungkap teman kepada Khan.

Sementara adik kelas Khan ketika kuliah di ISI (Institut Seni Indonesia) beranggapan lain tentang kemenangannya di Festival Film Indonesia (FFI). Ia menjadi satu-satunya orang yang menganggap piala yang diraih Khan malam itu bukan sebuah kebetulan. Baginya, Khan memang layak mendapatkan piala tersebut. “Aku nggak kaget kamu dapet itu (piala citra —red), aku melihat selama kamu di kampus seperti apa dan bagaimana kamu berproses. Menurutku, itu bukan sebuah keberuntungan tapi kamu memang layak untuk itu”, tutur seorang adik kelas Khan. Melihat reaksi kedua teman Khan tentang bagaimana sebuah keberuntungan diraih, Khan kembali mengungkapkan bahwa keberuntungan itu subjektif. “Kalau menurut aku keberuntungan itu adalah sebuah perasaan, lebih ke subjektivitas kita memandang suatu keadaan itu baik atau buruk. Dan menurut aku, sangat bijak sekali kalau dalam setiap momen yang dialami dalam hidup, kita harus selalu merasa beruntung”.

Keberuntungan itu subjektif banget

Sebuah kisah dicontohkan Khan tentang bagaimana keberuntungan itu bisa dilihat dari cara pandang yang berbeda-beda oleh setiap orang. “Misalkan aku lagi main basket, tiba-tiba kakiku terkilir dan aku harus dirawat di Rumah Sakit selama dua minggu. Selama dua minggu itu aku nggak bisa main basket dan gagal mengikuti pertandingan. Pada momen itu, aku merasa nggak beruntung banget. Kenapa sih harus jatuh dan nggak bisa ikut pertandingan? Tapi coba bayangin, kalau cerita ini aku ceritakan ke orang yang nggak punya kaki. Dia pasti akan bilang, ‘Kamu beruntung lho, setidaknya kamu masih punya kaki’.  Makanya, menurut aku pribadi, keberuntungan itu sangat subjektif sekali. Ketika kita merengek karena tidak mampu untuk membeli sepatu baru, di luar sana ada orang yang menangis karena nggak punya kaki”, ungkap Khan.

Masih berkaitan dengan keberuntungan yang subjektif menurut Khan. Seorang aktris terkenal pernah bercerita pada Khan bahwa awal mula ia terjun ke industri film justru melamar sebagai asisten sutradara. Namun ia malah ditawari bermain film dan langsung menjadi pemeran utama. Aktris tersebut mengaku saat itu betul-betul tidak ingin menjadi seorang bintang. Ia yang bahkan tidak percaya diri di depan kamera sempat merasa tidak beruntung karena tidak mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Namun kini, semua orang mengenalnya. Bahkan tak jarang orang-orang menganggap ia beruntung bisa menjadi seperti sekarang.

“Di sini  lagi-lagi kita bisa melihat bahwa keberuntungan artinya menjadi subjektif banget. Orang yang menjalani, merasa dia nggak beruntung, tapi orang yang di luar merasa dia beruntung  banget. Keberuntungan juga jadi ada kaitannya dengan bagaimana cara kita berpikir untuk bersyukur yang nantinya akan  berpengaruh dengan cara pandang kita terhadap sebuah kesuksesan atau keberhasilan”, tutur Khan.

Cari tau lebih banyak tentang Aci Resti melalui akun Instagram-nya @aciresti.

Penulis: Emira P. Pattiradjawane

Fotografer: Thomas Sito

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x