Mengenal Sisi Lain Dikta

Gambaran kami tentang Pradikta Wicaksono atau yang dikenal dengan Dikta di belakang panggung dan layar kaca mungkin akan berbeda dengan ketika ngobrol tatap muka dengannya. Saat membawakan lagu, vokalis Yovie and Nuno ini mungkin terlihat seperti seseorang yang pendiam, kalem, dan romantis. Tapi setelah menghabiskan beberapa waktu, Dikta ternyata orang yang humoris sekali. Kalau diminta untuk menggambarkan karakternya secara singkat, ia adalah seseorang yang super easy-going dan sangat menginspirasi.

Banyak hal-hal tentang dirinya yang sepertinya sengaja tidak ditampilkan di publik. Kami menduga tampaknya ia ingin menyimpan keaslian dirinya untuk orang-orang terdekatnya saja. Ketika kami sempat menanyakan, “Apa sih yang banyak orang tidak pernah tahu tentang kamu?”. Dengan bercanda Dikta menjawab, “Gue nggak pernah nabung di celengan ayam yang bisa dipecahin.” Lalu terkekeh dan tidak memberikan jawaban yang sebenarnya. Begitu juga waktu kami tanyakan, “Apa yang mau kamu katakan pada diri kamu 10 tahun lalu?”. Dengan suara yang sangat ekspresif Dikta bilang, “Hah, muka kita mirip!”.

Meskipun begitu, tentu saja tidak semua pertanyaan dijawab tidak serius. Apalagi ketika kami mempertanyakan tentang kehidupan dan 2020. Bagi Dikta, 2020 adalah tahun yang penuh kejutan. Banyak momen berkesan di mana salah satunya adalah pengalamannya belajar hal-hal baru dan belajar bertahan hidup di keadaan sulit. Jawaban yang cukup serius juga dilontarakan Dikta soal aturan kehidupan yang menurutnya salah atau benar.  Katanya, “Menurut gue di kehidupan ini tidak ada salah atau benar yang mutlak. Yang ada hanyalah sesuai dan tidak sesuai. Belum tentu yang salah di mata kita, salah di mata orang lain salah. Begitu juga yang benar di mata kita belum tentu benar di mata orang lain. Semuanya masalah sesuai dan tidak sesuai. Yang terpenting adalah bagaimana sikap toleransi kita terhadap ketidaksesuaian tersebut”. Mendengar ini, secara tidak sadar kami langsung mengangguk-angguk tanda setuju. What a wise answer, isn’t ?

Sepertinya opini Dikta soal aturan kehidupan itu cukup selaras dengan prinsip hidupnya: tidak menyusahkan orang lain. Malah, Dikta mengakui bahwa ia adalah orang yang sebenarnya ingin membuat orang lain senang tanpa merugikan siapa-siapa. Termasuk dirinya sendiri. Tapi sepertinya banyak orang yang belum benar-benar mengenalnya sering salah sangka. “Kalau belum kenal, banyak orang nganggep gue orang yang nggak peduli, pendiam dan susah diajak ngobrol. Padahal sebenarnya gue tipikal orang yang susah ngomong duluan di lingkungan baru”, curhatnya singkat. Dikta juga punya keinginan di masa depan yang membuat kami tambah kagum padanya. Ia ingin punya satu tempat yang mempekerjakan teman-teman berkebutuhan khusus dengan gaji yang fantastis dan kehidupan sejahtera. “Jadi mereka di situ sejahtera dan happy”, katanya. 

Sedangkan ketika mengajaknya berdiskusi tentang prediksi masa depan dan ramalan horoskop, kami jadi tahu bahwa Dikta bukanlah tipe orang yang percaya pada ramalan atau zodiac. Menurutnya kurang masuk akal dan ia juga sering menemukan ketidaksamaan karakter di satu zodiac yang sama. Baginya zodiac hanyalah sekadar pengulangan wacana tentang karakter manusia. Di akhir diskusi, Dikta pun menutup dengan candaan khas-nya. Kami bertanya:

“Kalau sekarang kamu tidak jadi dirimu yang sekarang kira-kira apa yang akan kamu lakukan?” Jawabnya, “Saya sedang berpikir kira-kira saya jadi apa kalau jadi saya sekarang.”

Telusuri sisi lain Dikta di akun Instagramnya: @dikta

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x