Tahun Ini Penuh Pembelajaran Hidup

Siapa yang tidak tahu film “Ada Apa Dengan Cinta”? Kisah percintaan Rangga dan Cinta memang telah merebut hati banyak orang dari generasi ke generasi. Dari film tersebut pula, lahir bintang-bintang yang sampai sekarang menuai prestasi luar biasa. Sebut saja Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Sissy Prescillia, dan Adinia Wirasti. Tapi pernah tidak sih penasaran bagaimana cara mereka bisa sampai sebesar sekarang? Tentu saja selain karena talenta mereka yang tidak perlu diragukan, ada tim hebat di belakang mereka yang bekerja sama untuk terus menghasilkan karya di tanah air. Salah satunya adalah Sulung Landung, seorang manager talent yang membantu nama-nama besar seperti Adinia Wirasti dan Nicholas Saputra berlenggang di “panggung” hiburan.

Jika ditanya pendapat kami tentang sosok Sulung Landung, kami akan menjawab “Ia adalah seorang pekerja keras yang sangat ramah pada semua orang. Baik mereka yang sudah dikenal dekat maupun belum lama kenal.” Keramahannya membuktikan bahwa Sulung memang punya kemampuan berkomunikasi yang sangat baik pada segala lapisan masyarakat. Mulai dari klien brand ternama hingga kru atau staf biasa. Tidak pernah kami melihatnya membedakan perlakuan.

Setiap kali ngobrol, kami juga bisa melihat bahwa ia adalah seseorang yang mudah bersyukur dan punya nilai-nilai kehidupan yang bisa memberikan inspirasi pada yang mendengarkan. Karena itu juga kami jadi ingin tahu bagaimana seorang Sulung Landung merespon fenomena pandemi yang sedang kita semua hadapi saat ini. Siapa tahu ia punya kebijakan yang dapat membuat kita semua kembali bersemangat menjalani keseharian, kan?

Ketika kami menanyakan “Bagaimana 2020 untuk Mas Sulung?’, ia bilang tahun ini sangat mengejutkan untuk semua orang. Sebab ia tahu hampir semua orang pasti punya proyeksi dan rencana di masa depan setiap kali pergantian tahun. Seperti juga dia yang punya rencana untuk management dan para talent-nya. Di awal tahun 2020 ia mengakui semuanya masih on track. Semua masih sesuai rencana. Pekerjaan masih berjalan lancar seperti biasa, sejumlah brand mulai masuk, tawaran-tawaran film berdatangan untuk para artisnya, acara offline, dan banyak lagi. Ia sudah tahu projek apa saya yang akan ada sampai bulan Mei. Lalu begitu masuk pandemi dia berpikir, “Ah paling ini cuma sebulan-dua bulan. Pasti cepet baliknya.” Tapi ternyata kenyataan tidak berkata seperti yang ada di pikirannya.

Pandemi yang masih terjadi sampai detik ini seakan memutar-balik dunianya. Apa yang sudah dibuat, direncanakan, berantakan. Sudah tidak ada lagi yang sesuai rencana. Begitu masuk bulan Maret sampai akhir Juni setiap teks Whatsapp, telepon, isinya hanya cancel, postpone, atau batal. Kebayang tidak perasaannya seperti apa? Ia mengakui pada kami bahwa perasaannya mengalami situasi seperti itu juga tidak jelas. Takut? –Ya. Bingung? –Sudah pasti. Apalagi ia harus menyampaikan pembatalan atau penundaan projek ke setiap talent, satu per satu.

“Kalau kalian tanya 2020 itu seperti apa, aku nggak bilang tahun ini adalah mimpi buruk. Tapi seperti tahun yang di luar rencana. Membuat kita berada di satu situasi di mana semua rencana tidak ada yang terjadi. Belum lagi waktu pandemi merebak kan mendekati Lebaran. Tentu saja aku harus memenuhi kewajibanku memberikan hak-hak pada mereka yang bekerja sama denganku. Itu adalah komitmen yang harus aku penuhi dalam keadaan seperti apapun. Jadi, kondisi ini tidak mudah. Bahkan aku sampai bertanya-tanya, ‘Aku bisa nggak ya melewati ini?’”.

Tahun ini bisa dibilang tahun yang tidak menyenangkan dan nyaman untuk kita semua. Termasuk Sulung yang harus berhenti melakukan perannya sebagai makhluk sosial. Biasanya ia dalam satu hari bisa ke gala premiere film, ke press conference, ke acara launching dan meeting sana-sini. Tiba-tiba semuanya langsung tidak ada. Ia harus ada di rumah dan tidak bisa ke mana-mana. Lalu dari bulan Maret ke April sampai Mei situasi makin parah. Ada PSBB, jumlah penderita positif covid terus bertambah, ini ditutup, itu ditutup, nggak bisa kemana-mana. Situasi itu konstan membuat Sulung khawatir karena ternyata situasinya seburuk itu.

Tapi seperti seorang Sulung Landung yang kami kenal –yang penuh dengan aura positif, ia tetap mengakui adanya pembelajaran yang luar biasa. “Di sisi lain, aku menemukan waktu untuk berpikir dan refleksi diri karena banyak di rumah. Aku banyak waktu untuk membaca, untuk review, yang mungkin selama ini aku nggak sempat jalani. Pada satu titik aku mendapatkan pembelajaran bahwa sebagai manusia, kita waktu lahir saja sudah diberi daya adaptasi untuk bisa beradaptasi dalam situasi yang seburuk apapun juga. Kemudian, kita juga diberi sifat resilience, yaitu pertahanan diri untuk bisa menghadapi situasi ketakutan dan anxiety. Kita sebenarnya diberi kekuatan itu, diberi energi itu. Cuma selama ini, kita tidak merasakan itu. Dan saat pandemi inilah aku sadar. Kenapa aku harus  pesimis terus, kenapa aku harus putus asa, seperti tidak ada harapan, kenapa harus merasa ini sulit sekali sampai seperti tidak ada solusinya. Lalu aku berpikir bahwa bagaimanapun juga sebagai manusia kita diberi daya untuk beradaptasi dalam situasi sesulit apapun. Kita diberi energi dan kekuatan untuk itu. Mulailah aku optimis. It, too, shall pass. Ini akan lewat kok. Aku harus belajar menerima ini, harus berdamai dengan situasi pandemi dan harus berdamai dengan diri aku. Aku tidak bisa memaksakan.”

Ia menyadari bahwa di situasi seperti ini yang terpenting adalah untuk menjaga diri sendiri dulu, harus peduli sama diri sendiri dulu. Kita berada di rumah saja melakukan protokol kesehatan yang sudah disampaikan oleh pemerintah. Dalam situasi seperti itulah ia belajar berdamai dengan situasi yang kurang nyaman seperti pakai masker, harus sering-sering cuci tangan, ke mana-mana harus bawa hand sanitizer dan berjarak dengan semua orang. Awalnya ia merasa repot. Tapi pada akhirnya itu mengubah gaya hidup kita.

Pada akhirnya ia merasa, “Oh in bisa kok dijalani. Selain berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan situasi ini, aku belajar menikmati present moment. Belajar menghargai setiap detik waktu yang ada dalam diri aku. Memang tidak gampang di rumah aja. Bangun pagi, aku urus tanaman, aku ngomong sama tanamanku, sembahyang, meditasi. Mungkin selama ini karena dengan segala macam kesibukan aku tidak memperhatikan hal-hal kecil yang ada disekitar aku, tidak memperhatikan hal-hal kecil yang ternyata berarti. Misalnya, makan. Kalau dulu lagi sibuk, ya makan sambil terima telepon, makan sambil baca dan balas Whatsapp. Tapi dengan situasi seperti ini aku monotasking. Saat makan itu aku tidak sambil melakukan yang lain. Aku bener-bener menikmati makanan yang dimakan. Ini kelihatan kecil, tapi buat aku itu meaningful.”

Tidak hanya itu saja, Sulung juga merasa tahun ini mengajarkannya untuk mempraktikkan self-love. Ia jadi punya waktu memerhatikan diri, berdialog dengan diri sendiri serta keluarga. Setiap hari ia menelpon ibunya yang sudah cukup tua. Kalau dulu hanya seminggu dua kali, sekarang jadi setiap hari. Jadi, dengan berbagai kendala yang hadir saat ini, ia mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang luar biasa untuk melengkapi dirinya sebagai seorang manusia. Ia berharap hingga akhir tahun ia bisa menjalani hari demi hari dengan rasa syukur. Embracing the present moment. Setiap hari ada pekerjaan atau aktivitas apapun, ia ingin memberikan energi di dalamnya, memberikan totalitas dan passion yang penuh dan utuh. Apapun itu. Untuk saat ini hanya itu gol yang ingin dicapai hingga akhir tahun. Sebab ia harus realistis dengan keadaan. Melihat situasi yang sepertinya belum benar-benar berubah di akhir tahun –meski ia punya rencana, tapi ia tidak ingin terlalu menaruh ekspektasi tinggi.

Begitu juga ketika ditanya soal tahun depan. Harapan tentu ada dalam pikirannya. Tapi ia tetap ingin realistis. Sampai ada vaksin, barulah mungkin ia akan mulai merencanakan strategi untuk kembali ke arena. Tahun depan untuknya tetap wait and see. Melihat situasinya seperti apa. Ia tidak mau naif apalagi gegabah. Belajar banyak dari tahun 2020, ia jadi paham bahwa apa yang direncanakan bisa berbalik 180 derajat. Sehingga jangan langsung ambisius kalau tidak ingin kecewa. Tahun ini semua ekspektasinya tidak ada yang terjadi maka ia harus bisa menerapkan yang sama di tahun 2021. Itu prinsipnya.

Sulung Landung bisa diikuti melalui instagram @sulunglandung dan artist management miliknya dapat diikuti di @avatara88

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x