We Have to Be Our Own Hero

Mendengar nama Kelly Tandiono memang bukan sesuatu yang asing di telinga saya. Terutama karena dulu saya sempat bekerja di salah satu majalah gaya hidup dengan halaman fashion yang cukup mendominasi. Namun, pertama kali saya merasa teramat kagum dengan Kelly Tandiono adalah saat ia tampil menjadi mentor di Asia’s Next Top Model Season 4 tahun 2015. Sosoknya di acara pencarian model-model berbakat se-Asia tersebut sungguh kuat dan menginspirasi. Ketika saya mendapat kesempatan untuk berdiskusi soal pilihannya menjadi model, Kelly menyatakan bahwa sebenarnya di awal karier orang tuanya tidak menyetujui. Akhirnya dengan segala upaya meyakinkan mereka, orang tua Kelly pun memberikan restu dengan syarat ia harus memulai modelling dari luar negeri. “Sepertinya mereka ingin membuktikan apakah aku memang serius dengan pilihanku atau tidak. Tapi setelah tahu ternyata aku menjalaninya dengan sungguh-sungguh, mereka sangat suportif sekali dan sangat bangga dengan apa yang aku lakukan hingga sekarang”, ceritanya.

Selain dukungan besar dari orang tuanya, Kelly juga bertemu fotografer kenamaan David Weiss yang cukup memberikan kontribusi pada kariernya di awal. Ia adalah seorang fotografer yang banyak mengerjakan campaign brandbrand besar di London seperti Levi’s. Salah satu saran yang hingga saat ini diingat oleh Kelly adalah tentang potongan poninya yang sangat pendek. Itulah pula yang menjadi trademark Kelly sampai sekarang. David Weiss juga membuka pintu-pintu kesempatan baru untuk Kelly bertemu dengan sejumlah pekerjaan modelling. Sedangkan ketika ditanya tentang model yang memberikan inspirasi padanya, Kelly mengatakan Freja Beha adalah model yang mencuri perhatiannya. Menurut Kelly, ia punya gaya yang effortless entah itu dari tampilan berpakaian maupun gaya rambut. Sedangkan di dunia seni peran, Angelina Jolie disebut-sebut jadi role modelnya. Perjalanan Jolie yang diawali dari modelling kemudian aktris lalu aktivis seakan jadi refleksi diri Kelly. Sejauh ini apa yang dilalui Jolie dalam karier serupa dengan apa yang telah dilalui Kelly pula. Sehingga ia merasa visi misi Jolie sejalan dengannya.

Sementara itu, bicara tentang menjadi seorang pebisnis, Papanya adalah orang yang sangat mendorong. “Beliau sangat mendorong dan mengajarkan. Begitu juga suamiku. Misalnya ada sesuatu yang aku nggak tahu, biasanya suamilah yang mengajarkan. Dia juga sering kasih buku-buku yang bermanfaat untuk aku belajar. Oh, aku juga ambil online class untuk startup business supaya mengasah diri sendiri, upgrade myself”, jelasnya lagi. Meskipun begitu, Kelly mengakui sebenarnya satu-satunya orang yang membuatnya terus ingin maju dan berkembang adalah dirinya sendiri.

“Terus terang aku adalah orang yang ambisius. I always want to look different. Jadi aku harus gali semua potensi aku sendiri. Model-model senior tidak selalu ada untuk mengajarkan aku setiap hari. Aku melakukan observasi sendiri, perhatiin bagaimana gerak-geriknya, pakaian apa saja yang sering dipakai sehari-hari. As a model, we have to look different and I find lots of models more into themselves. Jadi memang aku harus riset sendiri. Aku belajar nggak hanya dari satu orang saja, tapi dari banyak orang. Sehingga tidak ada satu orang khusus yang benar-benar memengaruhi caraku berpikir atau berperilaku. Terutama dalam modelling. Aku ambil poin-poin yang bagus dari semuanya lalu aku aplikasikan, sesuaikan dengan diri sendiri. Kadang memang sesuatu yang aku kerjakan ada dorongan dari orang tapi kalau nggak ada dorongan dari orang lain pun karena aku orangnya ambisius jadi apapun itu harus aku lakukan dan harus sukses.”

Menurutnya, seperti apapun kuatnya support system di diri kita kalau dari diri sendiri tidak apresiasi itu, akhirnya tidak akan jadi apa-apa. Ia meyakini bahwa If we have a will, we are passionate about something, tidak perlu disuruh atau dipaksa sudah maju sendiri. Sambil mengingat kembali perjuangannya di awal karier, Kelly bilang bahwa modelling memang sudah jadi passion sejak awal, tidak ada yang mendorong. Ia tidak pernah menunggu agency untuk kirim profil ke luar negeri. Kelly melakukan semuanya sendiri mulai dari riset agency apa saja yang ia minati untuk bekerja sama lalu ia kirim portrfolio dirinya ke semua agency tersebut. Misal dari 10 agency hanya ada 2-3 yang memberi respon, dari sana ia terus berupaya sendiri agar berhasil dapat pekerjaan.

“Sayangnya, aku lihat model-model sekarang banyak yang bergantung sama manager atau agency yang menyuruh mereka melakukan ini-itu. Padahal mungkin itu bukan yang mereka mau. Jadi karena terlalu sering disuapin seolah-olah seperti nggak ada rasa lapar, nggak ada kemauan keras untuk lebih. Intinya kalau mau sukses menurutku mesti ada kemauan keras dari diri sendiri. Ga ada shortcut, semua butuh proses dan nggak ada yang disuapin”, terangnya.

Harapan-harapan besar dari dalam dirinya tentang masa depan juga masih sangat banyak. Kelly masih ingin kariernya di dunia akting lebih berkembang. Ia ingin merambah ke dunia internasional. Sejauh ini, Kelly sebenarnya sudah ada agent di A.S, sudah sering casting, tapi memang belum ada kabar lebih lanjut lagi. Sementara untuk Covermenot, label swimsuit yang didirikannya, Kelly berharap akan berkembang pesat dengan menambah cabang-cabang di seluruh dunia. Begitu pula dengan Supermodels Project yang tidak disangkanya sudah hampir tiga tahun berjalan dengan tanggapan luar biasa. Kita sekarang sudah hampir 3 tahun dan tanggapannya bagus. Impiannya adalah untuk projek ini lebih tersebar luas ke seluruh Indonesia, tidak di Jakarta saja.

Pesan terakhir darinya untuk para pemimpi di luar sana, “If you guys have some dreams, karier yang ingin diraih, jangan putus asa kalau ada penolakan. Kalian juga harus disiplin, jangan pikir semua akan gampang karena semua butuh proses. Along the way you’ll find a lot of rejection. A lot of things that will hurt your heart. You will feel very depressed. Tapi itu salah satu pelajaran juga di mana nantinya saat sudah melalui itu semua kita pasti akan lebih sukses dan akhirnya bisa menyelesaikan masalah dengan cara yang paling bijak. Please be mentally and physically prepared because it takes many years to be a successful person. And somehow we have to be our own hero then motivate other people to be a hero for themselves. That’s even better.”

Stalk aktivitas Kelly Tandiono di @kelly_tandiono

Penulis: Aulia Meidiska

Fotografer: Benny Lim

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x